Cabang-Cabang Seni Rupa
Cabang-Cabang Seni Rupa
Seni rupa terbagi menjadi beberapa cabang yaitu seni rupa murni, seni rupa terapan, seni desain, dan seni kriya.
3.1. Seni Rupa Murni
(Artikel Lengkap: Seni Rupa Murni)
Seni
rupa murni adalah seni rupa yang diciptakan hanya untuk dinikmati nilai
estetikanya. Seni rupa murni tidak dapat digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Karya seni rupa murni diciptakan berdasarkan kreativitas
dan ekspresi pribadi pembuatnya. Contoh seni rupa murni adalah lukisan,
kaligrafi, patung, keramik, dll.
3.2. Seni Rupa Terapan
(Artikel Lengkap: Seni Rupa Terapan)
Seni
rupa terapan adalah seni rupa yang diciptakan untuk dinikmati nilai
estetikanya sekaligus dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Umumnya seni rupa terapan digunakan sebagai alat-alat upacara atau
sebagai pemenuh kebutuhan sehari-hari. Contoh seni rupa terapan adalah ukiran, patung, batik, dll.
3.3. Seni Desain
Seni
desain adalah seni tata letak atau perancangan. Desain merupakan awal
dari suatu produk yang sudah jadi. Namun, pengertian seni desain
sekarang lebih sering digunakan untuk menunjukkan proses perancangan
karya-karya seni rupa terapan.
3.4. Seni Kriya
Seni
kriya adalah cabang seni yang menekankan pada keterampilan tangan yang
tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr”
(bhs Sanskerta) yang berarti ‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut
kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus adalah
mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai
seni. Contoh seni kriya adalah kriya tekstil (tenunan), kriya kayu
(ukiran), dan kriya keramik (gerabah, piring).
Tidak ada komentar: