Header Ads

Breaking News
recent

PENGERTIAN SENI RUPA 3 DIMENSI

Pengertian

Karya seni rupa 3 dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi, serta memiliki volume dan ruang. Unsur ruang inilah yang menjadi pembeda antara karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi. Dilihat dari fungsinya  selain sebagai benda hias, karya seni rupa 3 dimensi juga dapat memiliki nilai pakai yang dapat digunakan untuk memenuhi bebutuhan sehari-hari. Misalnya; guci, tempat bunga di ruang tamu, meja, kursi, almari dan lain sebagainya.

Unsur-Unsur karya seni rupa 3 dimensi;

Disebut karya seni rupa 3 dimensi jika memiliki unsur-unsur:

  1. Mempunyai panjang, lebar, dan tinggi.
  2. Dapat dinikmati dari sudut pandang dari mana saja. 
  3. Menempati ruang.
Teknik Pembuatan karya seni rupa 3 dimensi:

Pembuatan karya seni rupa 3 dimensi mempunyai beberapa teknik dasar. Penggunaan teknik itu disesuaikan dengan karya apa yang akan di buat. Beberapa teknik dasar yang dapat dipakai untuk membuat karya seni rupa 3 dimensi antara lain:

1. Teknik Merakit

Teknik membuat sebuah karya seni dengan cara menyambung beberapa potongan bahan. Cara ini disebut dengan merakit dan hasil karyanya disebut rakitan. Cara menggabungkan bahan tersebut dapat dengan cara dilem, disekrup, digapit, atau dilas.

2. . Teknik Aplikasi

Teknik aplikasi adalah dengan cara menjahit , menempelkan bermacam-macam guntingan-guntingan kain yang berbentuk hiasan seperti binatang, bunga maupun bentuk lainnya pada sebuah kain lain sebagai hiasan.

3. Teknik Mozaik

Teknik membuat karya seni dengan cara menempel benda 3 dimensi yang diatur dan ditata dengan sedemikian rupa sehingga menghasilkan lukisan.

4. Teknik Pahat

Adalah teknik pembuatan seni rupa dengan cara memahat atau mengukir, Bahan yang biasanya dipakai adalah kayu, batu, lilin, es, dan lain sebagainya.

5. Teknik Menuang atau Cor

Capa pembuatanya adalah dengan cara mengecor/mencairkan bahan yang akan di cetak, setelah itu dituangkan ke alat pencetak. Setelah bahan cair tersebut mengeras, kemudian dikeluarkan dari cetakan. Bahan cair yang dipakai biasanya seperti semen, logam, gips atau karet, besi, dan kaca.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.